Selasa, 25 September 2012

Berbagai Macam Teknologi Akses Internet

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan kita mengakses internet dengan menggunakan berbagai pilihan teknologi yang ada. Masing-masing teknologi mengakses internet dengan berbagai cara. Karenanya, perangkat keran tambahan yang dibutuhkan juga berbeda-beda. Pada kesempatan ini akan dibahas berbagai kebutuhan perangkat keras untuk mengakses internet dengan menggunakan beberapa teknologi.
1.  Melalui Koneksi Dial-Up
Jika kita menghubungkan komputer kita ke internet dengan koneksi Dial-Up, ada 2 perangkat tambahan yang kita perlukan, yaitu saluran telepon dan modem.
Saluran telepon dibutuhkan untuk menghubungkan komputer kita dengan ISP yang digunakan. Selanjutnya, ISP tersebuat akan meneruskan koneksi kita ke Internet.
Modem dibutuhkan untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog (sinyal listrik) agar dapat dikirim melalui saluran telepon, dan juga sebaliknya untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital agar dimengerti komputer.
Kecepatan modem mentransfer data diukur dengan sauna byte per second (Bps) atau byte per detik. Pada umumnya, kecepatan transfer data modem yang ada di pasaran adalah 56 Kbps (Kilo Bytes Per Second).
Ada 2 jenis modem, yaitu modem Internal dan modem Eksternal. Modem Internal adalah modem yang dipasang langsung di Motherboard. Sedangkan Modem Eksternal adalah modem yang berada di luar CPU. Antara modem eksternal dengan komputer dihubungkan dengan kabel.
2.  Menggunakan Teknologi ASDL (Asymetrical Digital Subscriber)
Dengan menggunakan teknologi ASDL memungkinkan terkirimnya sinyal-sinyal melalui kabel tembaga pada frequensi yang berbeda dengan frequensi layanan telepon.
Dengan teknologi ASDL, dapat kita kirimkan sinyal melalui jaringan telepon tanpa mengganggu pelayanan telepon tersebut. Syaratnya, kita harus memiliki modem ASDL, pesawat telepon, dan terdaftar pada ISP yang memiliki layanan ASDL.
3.  Menggunakan Jaringan LAN
Yaitu cara menghubungkan komputer kita ke internet dengan cara menghubungkan komputer kita ke komputer lain yang terhubung ke internet.
4.  Melalui GPRS (General Packet Radio Service)
Yaitu teknologi pengriman data dalam bentuk paket-paket menggunakan gelombang radio. Ini adalah pengembangan dari teknologi GSM. Dengan teknologi ini, memungkinkan pengiriman data dengan kecepatan 115 Kbps.
5.  Melalui Jaringan WiFi (Wireless Fidelity)
Yaitu teknologi jaringan tanpa kabel yang menggunakan gelombang elektromagnetik frequensi tinggi untuk mengirim data. Frequensi yang digunakan berada pada spectrum 2,4 GHz. Laptop dan PDA biasanya sudah dapat digunakan untuk keperluan ini. Untuk PC biasa dapat melakukannya setelah memasang kartu WiFi (WiFi card).
6.  Mengunakan Jaringan TV Kabel
Yaitu menghubungkan diri ke internet melalui TV. Syaratnya kita harus berlangganan penyedia layanan TV kabel dilengkapi dengan layanan Internet, komputer yang telah dilengkapi dengan operasi browser internet, kabel modem DOCSIS System, modem khusus kabel TV, dan memiliki Ethernet Card.
7.  Menggunakan 3G
Yaitu teknologi komunikasi Generasi ketiga (Third Generation) yang memungkinkan kita berkomunikasi tanpa kabel dengan keceatan tinggi. Kecepatan 3G dirancang untuk 2 Mbps. Dengan kecepatan seperti ini, maka pengiriman gambar dan suara menjadi sangat mudah dan tidak menjadi masalah. Syaratnya adalah kita memiliki Hp berteknologi 3G dan SIM Card dari operator selular tertentu yang menyediakan layanan 3G, dan daftarkan nomor HP kita sebagai pelanggan 3G.
Baterai Berbahan Bakar Udara: Teknologi Terbaru Untuk Mobil Listrik



Sekarang disain penyimpanan energi berbahan bakar udara baru dengan kapasitas penyimpanan energi sepuluh kali lebih lama sudah tersedia.

Arah baru di bidang ini dapat membuka jalan untuk generasi baru mobil listrik, ponsel dan laptop.

Penelitian yang dibiayai oleh Dewan Riset Teknik dan Ilmu Fisika (EPSRC) ini dipimpin oleh peneliti dari Universitas St. Andrews bekerja sama dengan Strathclydedan Newcastle.
Desain baru ini berpotensi meningkatkan kinerja produk elektronik portabel dan memberikan dorongan bagi industri energi yang dapat diperbarui. Baterai ini akan memungkinkan output listrik dari sumber-sumber seperti angin atau surya, yang akan berhenti menghasilkan energi ketika cuaca berganti atau saat malam hari tiba.
Kapasitas ini adalah berkat penambahan bagian yang memakai oksigen yang diserap dari udara ketika proses discharge, menggantikan satu kimiawi yang dipakai pada sistem baterai saat ini. Dengan tidak perlu membawa kimia dalam baterai akan memberikan peningkatan energi pada baterai dengan ukuran yang sama. Sejak dahulu produsen mobil listrik berusaha untuk mengurangi ukuran dan berat baterai dengan kapasitas isi yang diperlukan.
Sel STAIR (St. Andrews Air) seharusnya lebih murah daripada baterai rechargeable saat ini. Komponen baru tersebut terbuat dari karbon berpori, yang jauh lebih murah daripada lithium oksida kobalt pada baterai biasa.
Proyek penelitian empat tahun ini, yang telah mencapai separuh jalan pada Juli nanti menghasilkan penemuan di universitas bahwa interaksi komponen karbon dengan udara bisa berulang, menciptakan sikluscharge dan discharge. Hasil ini telah melipat-tigakan kapasitas penyimpanan pada sel STAIR.
Kepada proyek, Profesor Peter Bruce dari Departemen Ilmu Kimia di Universitas St Andrews mengatakan, "Sasaran kami adalah meningkatkan kapasitas penyimpanan lima hingga sepuluh kali lipat, yang mana melampaui batasan kemampuan baterai saat ini. Hasil kami sejauh ini sangat baik dan sudah jauh melampaui harapan kami."
"Kuncinya adalah menggunakan oksigen di udara sebagai perantara, daripada membawa bahan kimia yang diperlukan masuk ke dalam baterai," kata Bruce.
Oksigen yang ditarik dari permukaan baterai yang terekspos dengan udara, bereaksi di dalam pori karbon untuk membuang sisa baterai. "proses ini bukan hanya gratis, tapi komponen karbon juga jauh lebih murah daripada teknologi saat ini," kata Bruce. Dia memperkirakan sel STAIR akan tersedia di pasaran setidaknya lima tahun lagi.
Proyek ini difokuskan untuk memahami lebih mendalam tentang bagaimana reaksi kimia pada beterai bekerja dan menyelidiki cara untuk meningkatkannya. Tim penelitian juga berusaha untuk menghasilkan sel protipe STAIR yang cocok untuk aplikasi kecil, seperti ponsel atau MP3 player.

Minggu, 23 September 2012

Sekilas tentang diri saya. Nama saya adalah Redy Paratama, saya lahir di Tangerang, pada tanggal 24 Mei 1994. Saya tinggal di Jl. Salak Perum AL-FALAH 3 blok L 2-3, Pamulang, TANGERANG.
 

Saya lulusan dari SMAN 8 KOTA TANGERANG SELATAN. Saat ini saya adalah seorang mahasiswa di Universitas Budi Luhur dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) dengan prodi Sistem Informasi.

Alasan saya masuk ke FTI Universitas Budi Luhur adalah karena saya suka dengan teknologi dan saat ini juga teknologi komputer sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari, jadi saya memilih untuk memperdalam lagi ilmu komputer saya agar saya lebih paham tentang komputer.

Dan menurut saya dengan menguasai komputer, saya bisa memilih pekerjaan apa saja. Misalnya Guru, Pegawai Kantoran, Dll.
Sekian dan terima kasih.